Rabu, 16 September 2009

Pegawai Negeri Sipil di Amerika

Ini saya kuitp dari situs VOA News Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa diwacanakan secara nasional.
__________________________________________________________________


Di Amerika Serikat orang bisa masuk menjadi pegawai negeri dari segala tingkat usia di atas 18 tahun, di segala tingkat kepangkatan.

Tatacaranya seperti ini. Jika terbuka lowongan satu jabatan, maka ini biasanya diiklankan secara luas melalui papan pengumuman dan suratkabar. Dalam iklan itu disebutkan dengan jelas: tugas dan tanggungjawab, besarnya gaji, persyaratan calon yang mencakup pendidikan dan pengalaman, serta test yang harus dilewati. Lowongan ini dapat dilamar oleh orang dalam atau orang luar kantor atau instansi bersangkutan. Artinya, kalau terbuka lowongan jabatan yang lebih tinggi dari jabatan yang anda duduki sekarang, anda dapat mengajukan lamaran untuk memperoleh jabatan tersebut lewat persaingan dengan calon-calon lain, baik dari lingkungan kantor saudara atau calon dari luar. Dan anda juga dapat mengajukan lamaran untuk memperoleh kedudukan lebih tinggi di instansi lain, kalau terbuka lowongan di sana.

Sebab itu di Amerika bukanlah hal yang aneh jika seorang pegawai pindah kerja dari satu instansi ke instansi lain atas inisiatif sendiri, dalam usaha mengejar jabatan dan gaji yang lebih tinggi. Juga merupakan hal yang biasa, jika seorang pegawai berhenti dan pindah ke swasta, lalu beberapa tahun kemudian muncul lagi menjadi pegawai di instansi yang sama, dengan pangkat yang lebih tinggi. Masa kerjanya sebagai pegawai negeri di masa lalu tetap berlaku untuk perhitungan pensiun.

Penggajian dilandaskan pada beberapa sistem jenjang kepangkatan. Yang paling umum adalah yang disebut General Schedule atau GS, yang membagi jenjang kepangkatan menjadi 15 tingkat yang disebut grade, mulai yang terendah GS-1, sampai GS-15.

Selain pembagian jenjang kepangkatan menjadi 15 tingkat, untuk tiap-tiap tingkat ada lagi pembagian skala gaji yang disebut step, semacam kenaikan berkala sampai 10 kali.

Seperti umumnya pembayaran gaji dan upah di Amerika, pegawai negeri di Amerika gajian sekali dua minggu, jadi 26 kali setahun. Pegawai bekerja 8 jam penuh sehari, 5 hari seminggu. Dalam daftar gaji ia akan melihat besar gaji yang diterimanya per jam, dan penghasilannya selama 2 minggu atau 80 jam kerja. Ia juga dapat melihat berbagai potongan diantaranya asuransi, potongan pensiun dan pajak pendapatan. Tidak ada tunjangan isteri atau suami, tunjangan anak dsb-nya.

Pegawai negeri Amerika Serikat, umumnya sewaktu gajian tidak diberi uang tunai. Dulunya gaji dibayar dengan check yang kemudian di-depositokan atau di-uangkan si pegawai ke bank. Tetapi sekarang saya lihat gaji tidak lagi dibayar dengan cek, melainkan dikirim langsung oleh bagian pembayaran gaji lewat transaksi elektronis ke rekening bank pegawai bersangkutan. Kemudian untuk membayar berbagai tagihan bulanan seperti cicilan pembelian rumah, angsuran mobil, tagihan kredit card, rekening telepon, rekening listrik, gas, air, televisi kabel, rekening suratkabar dan berbagai rekening lain, dia menulis cek pribadi sebesar tagihan, dan mengirimkannya lewat pos.

Kalau si pegawai perlu uang tunai dia dapat mengambilnya ke bank atau menariknya dari ATM (Automatic Teller Machine), yang terdapat di banyak tempat seperti di samping bank, di pusat-pusat pertokoan atau di bandar udara.

2 komentar:

Hery Herdianto mengatakan...

Gun...jika hal ini diterapkan di negeri kita, meskipun bisa, tapi gue gak yakin sistem birokrasi ini bisa diterima, padahal dari sini jelas, hak asasi manusia sangat diperhatikan sungguh-sungguh, artinya seseorang mempunyai hak atas jalan hidupnya sendiri mau bagaimana dan sebagai apa terutama untuk kelayakan taraf hidupnya...disini kita bicara gaji dan jabatan.

Dinegara ini semua sistem kepangkatan diukur dari DUK atau diplesetin sebagai "Daftar Urut Kedekatan"...artinya kalo lu gak deket lu gak bisa naik....simple. Kalo udah gini gak akan ada yang tahu kemampuan karyawannya sendiri jadi jangan harap bisa naik jabatan kalo gak deket...apalagi balik lagi ke kantor lama setelah elu keluar dari kantor lama tersebut...satu lagi masa kerja lu gak bakal dihitung...apalagi gaji...disini pinter guoblok pendapatannya sama...asal golongannya sama...artinya pembodohan emang dipupuk dinegeri ini atau emang negeri ini yang guoblok cara berpikirnya ya Bung Gun....hehehehe

Jadi...mungkin kita bisa merubah ini semua kalo generasi kita keatas di musnahin dulu sama Tuhan...terus generasi cucu kita yang ngejalanin semuanya dari awal....pasti Amerika yang nantinya bakal ngikutin kita....gimana mau...??!

Oke ...ini sebetulnya naskah bagus yang perlu ditindaklanjutin...tapi kayaknya gak mungkin ya Gun...

gunadharma mengatakan...

Pak Herry,
Meskipun katanya tidak mungkin saya merasa suatu saat nanti negara kita akan mengikuti hal seperti ini.
Contohnya apa yang telah dilakukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP. Mereka mengumumkan jabatan yang kosong kepada khalayak luas meskipun terbatas pada Pegawai Negeri Sipil. Dicantumkan pula persyaratan dan tes yang dilakukan. Saya saja terus terang agak berat mengikuti tes tersebut karena ujiannya memang menyita waktu, tenaga dan pikiran. Mungkin di lembaga lain belum. Tapi lambat laun nantinya diseluruh instansi pemerintah akan menerapkan seperti yang telah dilakukan LKPP.
Sebenarnya saya sudah mengatakan di awal kalau hal ini bisa diwacanakan. Jika kita tanpa kenal lelah mewacanakan terus-menerus maka bukan mustahil apa yang telah dilakukan oleh Amerika dalam menyeleksi pejabatnya akan ditiru oleh Indonesia. Saya berpendapat momentumnya memang pas. Karena saat ini mumpung Presiden Amerika sedang dijabat oleh orang yang pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.
Tetap berpikir positif Pak Hery.

Poskan Komentar